Selasa, 09 Juni 2015

31 Mei 2015



Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu. Kamu sangat sulit ditebak, kamu punya teka teki yang punya banyak jawaban, juga banyak tafsiran. Aku takut menterjemahkan isyarat isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut mengartikan kata kata manismu yang mungkin saja tak kau ucapkan hanya untukku. Aku takut mempercayai perhatian sederhana yang kau perlihatkan secara terselubung kepadaku. Aku takut.. takut… Semakin takut jika perasaan ini tumbuh kearah yang tak kuinginkan.
Tolong hentikan langkahku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong kembalikan jalanku yang dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu. Ketahuilah gitarisku.. aku sedang melawan jutaan kamu yang mulai mengepul otakku, seperti asap rokok yang menggantung di udara. Kamu itu seakan akan nyata, aku tak percaya kalau kita bisa melangkah sejauh ini. Dan selama ini juga, aku tak pernah berani mengatakan satu hal yang mungkin dapat mengagetkanmu. Aku mulai menyukaimu.. 
Petikan gitarmu yang selalu kutunggu, chat-an itu yang selalu kunantikan. Kamu bukan laki-laki hebat seperti para actor diluar sana, kamu juga tidak bergelimpangan harta, namun kamu punya cara tersendiri yang menjadikan kamu perlahan lahan sebagai peran utama di dalam kehidupanku.
Mungkinkah aku harus pergi? Sementara kita sudah mulai nyaman dengan yang kita jalani. Hey, aku duduk disini sendiri, dengan rasa takut yang mungkin juga kurasakan sendiri. Aku takut jika perpisahan ini pada akhirnya menjadi pilihan kita. Ketakutanku semakin lengkap saat aku menyadari bahwa kita beribadah ditempat yang berbeda. Apakah kita melakukan sebuah kesalahan dan dosa terindah?
Malam ini aku baru menyadari satu hal, aku…. Hey, aku benar benar menyukaimu. Itu terlihat saat aku merasakan suatu gejolak marah dan cemburu saat kamu bercengkrama dengan wanita lain. Hahaha aneh? Iya itu memang aku. Aku menjadi aneh setelah mengenalmu. Air mata ini tiba tiba menetes karnamu, aku tak mengerti apa yang sedang kurasakan. Mungkin aku telah salah melangkah..
Aku yang akan pergi. Aku sadar bahwa selama ini kita hanya bersama namun tidak untuk bersatu. Sampai kapan pun bumi dan langit tak kan pernah setuju..

05 Mei 2015



Kamu hadir disaat aku butuh
Kamu datang disaat aku lemah
Kamu berjanji disaat aku tak percaya
Kamu lah pelipur lara duka

Kamu  membuat rasa ini ada
Kamu membuat harapan ini sungguh nyata
Kamu bawa aku ke awan menghias langit
Merangkai bintang-bintang menjadi sebuah kata cinta
Dan kamu juga yang membuat aku lupa akan segalanya
Namun tiba-tiba kamu menghilang
Pergi jauh, jauh sekali…
Entah kemana aku harus mencari
Hingga tak mampu aku gapai lagi

Kamu itu siapa?
Aku ini siapa?
Kita ini apa?
Aku tak bisa menebak, Aku tak bisa membaca
Tentang kamu, Tentang aku
Dan tentang kita

Hari ini kamu datang lagi
Kamu yang tadinya sudah pergi
Kemudian mengisi kembali
Keceriaan itu terlihat jauh lebih indah
Kebahagiaan itu semakin terpampang nyata
Suara itu yang aku rindukan
Wajah itu yang aku mimpikan
Iya, itu kamu.
Namun, apa semua ini hanya sebatas mimpi?
Aku masih takut untuk berharap..


Mereka yang tak mengerti
Betapa tingginya penghalang ini
Perbedaan ini yang mengharuskan kita pergi
Penghalang ini yang tak bisa kita gapai lagi
Hingga membuat kita harus saling memahami
Bahwa cinta tak harus memiliki

Aku tak mengerti apa yang kurasakan
Sangat sulit untuk diungkapkan
Tak ada yang mengerti
Kecuali diriku sendiri

Kita pernah ada, di satu masa bersama
Walau kini tak sama, namun perasaan itu masih tetap ada.




Untuk kamu yang pernah ada dan tiba-tiba menghilang.